Selasa, 10 Februari 2009
Hallo bos!!! masih ingat saya khan ??
Judul diatas saya kutip dari obrolan-obrolan yang kadang menjadi topik diantara kita, dikalangan sanak keluarga dan kenalan. Soalnya ada saja yang merasa kesal, sedih, melihat orang-orang yang pernah mereka tolong namun setelah sukses atau menjadi kaya, lantas jadi sombong atau tidak mau kenal lagi pada kita. Saya memutuskan untuk membuat artikel berdasarkan topik ini karena, hari ini, saya mendengar sampai beberapa kali orang yang menceritakan kekesalan mereka, tentang orang-orang yang tidak tahu diri, tidak tahu membalas budi baik orang. Tentunya saya jadi berpikir jauh, mengapa sampai terjadi demikian ? Ceritanya memang panjang-panjang, jadi kita tidak boleh mengambil kesimpulan secara sepihak saja, ada kejadian yang mengingatkan saya tentang kenalan yang mempunyai reputasi sebagai orang pemerintahan yang jujur, akhirnya memperdagangkan kedudukannya. Dia lantas seperti menjadi sombong, menjauhi kenalan-kenalan lama. Tetapi ini terjadi bukan karena ia menjadi sombong, tetapi karena ia sudah menjadi pejabat pedagang dan kaya pula, jadi dia merasa tidak enak apabila berkumpul dengan kenalan lama yang mengenalnya sebagai pejabat yang jujur. Setelah bintangnya memudar (mungkin ini justru rahmat dari Yang Maha Kuasa), barulah dia mulai ramah lagi pada kenalan-kenalan lama. Jadi, apabila ada orang yang pernah kita tolong lalu tiba-tiba menjadi lain sama sekali, pasti ada sesuatu sebab yang menjadikan dia begitu. Hari ini juga, saya katakan pendapat saya ini pada diri saya , rupanya benar juga. Karena dulu katanya mereka tidak mau terima sogok, pantang bergaul dengan usahawan, apalagi orang dagang bukan keturunan pribumi, tahu-tahu sekarang mereka malah paling kental dengan para pedagang semacam itu. Saya katakan juga disini, dari dulu saya tidak takut untuk bergaul dengan siapa saja, mereka yang keturunan bangsa lain, apakah dia merah, hijau, putih, coklat, sama saja. Saya berpendapat bahwa manusia itu sama, yang membuat mereka berbeda adalah AKHLAK dan BUDI PEKERTI nya. Kembali lagi pada orang yang pernah ditolong dan menjadi kaya, tetapi tidak mau kenal lagi pada kenalan lama, kita lihat hal ini terjadi bukan karena semata-mata orang-orang serupa tidak tahu budi, tetapi masih banyak hal lainnya yang saling berkaitan. Kalau ada saja yang mengeluh tentang hal ini, saya akan mengatakan bahwa seharusnya orang yang pernah menolong itu merasa bersyukur, karena mereka tidak akan lagi mengalami hal-hal yang mengharuskan mereka menyediakan dana, waktu ataupun tenaga untuk menolong mereka yang pernah ditolong. Memang, seringkali kita dibuat kecewa oleh sikap mereka yang disebut teman, tetapi hal serupa sebenarnya adalah sesuatu yang tidak perlu dipersoalkan. Maka, jika berbuat baik hendaklah dilakukan dengan seikhlas-ikhlasnya. Namun demikian, jalan yang paling baik, lebih baik kita memusatkan pemikiran dan ingatan kita pada hal-hal yang positif saja, tidak perlu mengingat-ingat orang yang tidak peduli pada kita, ingatlah juga orang-orang yang sayang pada kita, yang tidak sayang, buat apa diingat-ingat???? Tetapi apabila kita mengkaji lebih jauh tentang sikap sesama manusia, maka kita akan menemukan banyak masalah yang menjadi latar belakang tindakan mereka. Jadi, apabila ada seseorang yang tiba-tiba saja tidak mempedulikan anda, setelah anda memberikan pertolongan padanya yakinlah pasti ada sesuatu yang menjadi masalah yang cukup pelik padanya, sehingga dia mengambil sikap seperti demikian. Dan dari pihak anda sebaiknya apabila berbuat hal-hal yang baik, bertolaklah dari pemikiran bahwa semuanya itu untuk amal. Maaf, bukannya sok ingin menasehati atau menggurui, tetapi saya menulis artikel ini sebenarnya juga untuk diri saya sendiri..............salam.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar