Selasa, 10 Februari 2009
Cinta adalah tanggung jawab terhadap diri sendiri.
Andaikan cinta semudah bunyi syair "darimana datangnya cinta, dari mata turun kehati", maka hidup ini akan berjalan tanpa benturan. Tetapi nyatanya cinta tidaklah semudah itu, cinta bukan hanya persoalan "mata" dan "hati" bukan hanya perasaan yang menggebu-gebu, tapi terlebih "cinta" adalah keterlibatan yang didasarkan pada tanggung jawab. Cinta memegang peranan penting didalam kehidupan kita, sehingga tidak terhitung sudah berapa banyak jumlah buku yang ditulis oleh ahli pikir, ahli jiwa dan novelis yang isinya membicarakan dan membahas masalah cinta. Ada yang mengatakan, bahwa cinta terjadi apabila kita memang sudah bersedia menerimanya secara rohaniah dan badaniah, bisa jadi cinta itu tumbuh perlahan-lahan sebagai pengembangan dari pertemanan atau persahabatan biasa, tetapi sering kali juga cinta datang tiba-tiba menyergap kita sebagai "cinta pada pandangan pertama". Yang mengalami keadaan seperti ini , tidak hanya anak muda belasan tahun saja atau ABG, tetapi sering kali pada pria atau wanita yang dikatakan sudah dewasa, cinta juga tidak memandang tingkatan masyarakat. Yang pasti "cinta adalah suatu perkembangan atau proses " jadi, bukan sesuatu yang mati, karena itu menarik untuk dibicarakan apa saja yang bisa diperbuat oleh cinta. Dimana letak perbedaan antara cinta terpesona dan atau hanya rasa tertarik (love and infatuation) sudah banyak sekali ditulis, bagaimana kita membedakan apakah benar-benar jatuh cinta atau hanya sekedar merasakan sesuatu yang bersifat sementara. Ada banyak bahan-bahan pertimbangan ahli pikir sebagai petunjuk untuk membedakan perasaan yang datang melanda, tetapi apabila yang bersangkutan tidak mau mempedulikan, maka semua petuah adalah sia-sia. Apabila kita mau berlaku bijaksana serta kemauan yang keras, kemungkinan besar kita dapat menghindarkan diri dari kesalahan yang membawa kepahitan dalam kehidupan selanjutnya. Seperti sudah dikatakan, cinta adalah tanggung jawab terhadap diri kita sendiri, marilah kita kaji dan coba pelajari bersama bagaimana "tanggung jawab" yang dimaksud itu ? 1. Apakah anda berdua menginginkan hal-hal yang sama dalam kehidupan ini ? misalnya: wanita dan pria yang saling mencintai mempunyai keinginan untuk mendapatkan keturunan, apabila salah satu berpendapat bahwa "perkawinan" hanya untuk bersenang-senang dan kehadiran anak merupakan penghalang, sedangkan pihak yang satu lagi merindukan kehadiran seorang anak, maka dapatlah dibayangkan hasil dari perkawinan seperti ini. 2. Dalam perkawinan apakah anda menginginkan rumah tangga yang tenteram, merindukan tempat tinggal yang tetap, sedangkan pihak yang lain ingin terus hidup seperti orang yang berkelana menjelajahi bumi. Mungkin anda seorang wanita muda yang tidak menginginkan kehidupan berumah-tangga yang tradisional, karena anda lebih senang makan direstoran, keluar masuk diskotik, sedangkan pria yang anda cintai menginginkan istri yang dapat mengurus rumah-tangga, maka dapat dibayangkan bagaimana perkembangan hubungan ini, bukannya tidak boleh, jika sekali-kali kita makan direstoran dengan keluarga. 3. Bagaimana pandangan anda terhadap uang ? Uang memang merupakan kebutuhan yang penting, tetapi ada lagi yang mengartikan uang sebagai "tujuan hidup, agama dan cinta ", disinilah benturan itu akan membuat "kehidupan cinta" kita hancur. Apakah anda termasuk pribadi yang mempunyai harga diri tidak dapat dibeli dengan uang? Apakah partner anda manusia yang memuja uang semata-mata ? sedangkan anda beranggapan bahwa uang itu sekedar benda untuk memenuhi kebutuhan hidup ? Apakah anda seorang yang kikir sedangkan partner anda pemurah hati ?. Perbedaan mencolok tentang uang merupakan sumber penderitaan antara banyak suami-istri, walau hubungan mereka bermula dari cinta yang membara. 4. Wanita dan pria yang saling jatuh cinta juga tertarik secara badaniah, mereka yakin kepuasan badaniah dalam perkawinan adalah jaminan hidup yang akan terus berlangsung seperti masa-masa pacaran atau hari-hari tatkala berbulan madu. Apakah anda tidak mempunyai minat lain dalam kehidupan berumah-tangga ? selain berpelukan, bermesra-mesraan ? tidak ada kegiatan yang lainnya yang dapat dilakukan bersam-sama ?. Cinta yang didasarkan pada kemesraan badaniah merupakan unsur yang penting , tetapi karena cinta itu adalah suatu proses, maka cinta yang didasarkan pada ketertarikan badaniah melulu dan tidak mendalam, dimana jiwa ikut berkembang, maka dapatlah diperkirakan bagaimana hubungan itu dikemudian hari. Apabila anda tidak mempunyai kegemaran yang sama, handai tolan yang amat berbeda dalam cara-cara hidup dan agama yang dianut saling bertentangan, maka dapatlah diperkirakan bagaimana hubungan serupa ini akan berkembang, kecuali apabila salah satu pihak memberikan "toleransi" yang luar biasa, maka kepincangan-kepincangan itu dapat diatasi. Hubungan cinta yang banyak sekali dipengaruhi oleh kepuasan seksual lambat laun akan membosankan, dan akan menjadi petaka ditahun-tahun mendatang. Bisa jadi anda wanita yang terkenal cantik dan seksi dan dicintai semata-mata karena anda "bomb-sex", bagaimana nantinya jika anda sudah memasuki usia menengah ? bagaimana kalau kerut-kerut itu tidak dapat lagi dibendung oleh polesan make-up maupun operasi plastik sekalipun ? maka yang tertinggal hanyalah "bomb" saja, sangat menyedihkan. Memang, tidak salah lagi kalau cinta bukan hanya perasaan yang membara, terlebih ia adalah tanggung jawab bagi dan terhadap diri kita sendiri.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar